MADURA – Dari peraduannya di ujung timur Pulau Garam, Madura, tepatnya dusun Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Kiai D. Zawawi Imron unjuk bicara tentang Corona, kemarin(17/4). Kiai penyair berjuluk Si Celurit Emas ini berbicara dari sisi kebeningan hati dan kesendiriannya.

TIARAP
karya KH. D. Zawawi Imron

Ketika Allah menunjukkan kebesarannya
Dengan sebutir corona
yang menyerang tak pilih bulu, tak pilih pejabat atau orang melarat
Tak pilih profesor atau gelandangan yang kotor
Maka dunia menjadi gempar
Semua suara menjadi kira-kira
Otak dan pikiran yang selama ini cemerlang
Merasa cuma belalang
Tak berani mengaku elang

Tokoh-tokoh dunia yang kemarin congkak dan gagah
Kelihatan murung dan tidak berdarah
Yang kemarin bicara berkobar-kobar
Sekarang suaranya hambar

Padahal Tuhan cuma mengirim
Sezarrah debu tanpa suara yang terlepas dari ujung Alif-Nya
Yang meledak dalam bisu lalu terbang
ke sana dan ke mana-mana
Dunia seakan setengah porak poranda

Tetapi ya Allah
Kasih SayangMu masih tersalur
Lewat tindakan nyata para relawan
Yang berjuang di garis depan mengurus
Orang 2 orang yang serang corona
Mereka adalah Pahlawan Kemanusiaan

Saat puisi ini kutulis
Orang-orang hebat masih tiarap
Orang-orang besar dunia tampak seakan kerdil
Semua menjadi kecil
Bumi ini kecil
Bintang, bulan, dan matahari kecil
Alam semesta ini kecil
Engkau ya Allah, Engkau ya Allah hanya Engkau ya Allah
Yang Maha Besar
Allahu Akbar!!!

Sesudah ini semoga tak ada lagi
Belalang yang mengaku elang
Dengan beriman kepada Allah
Tak kan muncul petualang yang mengaku pahlawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *