Di tengah pandemi global yang melanda dunia, kebutuhan untuk tetap beraktifitas, berwisata, tetap sehat dan bugar adalah hal yang sangat di cari dan di inginkan. Wisata dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan adalah sebuah keharusan dengan tetap menjaga kenyamanan, keselamatan, makanan yang higienis dan tetap menjaga kelestarian alam.

Di Desa Wisata Tulungrejo Kab. Blitar menyediakan paket paket wisata kesehatan yang bisa menjawab dan memenuhi kebutuhan refreshing di era new normal. Dengan durasi waktu yang cukup berkualitas 3 hari 2 malam. Desa Wisata Tulungrejo ini terletak di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur; sekitar 40 Km dari pusat Kota Blitar kurang lebih hanya 1 jam.

Atraksi yang bisa di dapatkan wisatawan selama di desa adalah menginap di home stay masyarakat, berinteraksi dengan warga lokal dan memasak dengan menggunakan bahan pangan lokal dan organik yang langsung bisa di cari di kebun sekitar rumah. Keliling desa dan perkebunan teh menggunakan mobil dobel gardan 4WD dan sepeda gunung dengan sensasi melintas di tengah hamparan ten dan sela sela hutan pinus yang rindang. “Saya merasakan sensasi alam yang luar biasa saat saya jalan jalan dan saya merekomendasikan siapa saja untuk datang kesini” Kata Andi Yuwono, Ketua Umum DPP ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) bersama rombongan.

Di desa ini, juga di lengkapi dengan pemandangan hamparan perkebunan teh yang menghijau di areal PTPN XII sector Kebun Bantaran. Perkebunan ini berdiri semenjak zaman Kolonial Belanda. Sebagai bagian dari bentang alam yang tak dapat terpisahkan, maka kami akan mencoba membangun sebuah kawasan Agrowisata. Adapun potensi wisata situs budaya yang terdekat adalah disana terdapat Wisata Rambut Monte terletak di desa Krisik, dan Pura Arga Sunya yang merupakan pura terbesar di Blitar dan terletak di kawasan perbukitan yang indah, banyak di kunjungi oleh umat hindu dari luar desa krisik termasuk dari Bali.

Selain konsep wisata alam yang telah di kembangkan di desa wisata ini, juga mencoba basis perekonomian produktif di sektor peternakan sapi perah. Selain pertanian yang konvensional, masyarakat Tulungrejo juga menerapkan pertanian pengembangan holtikultura. Sebagai desa yang sebagian wilayahnya adalah kawasan hutan, maka untuk menunjang perekonomian juga di sandarkan pada sektor kehutanan. Diantaranya adalah menyadap getah pinus sebagai bahan baku utama karet atau cat. Dengan system bagi hasil dengan perhutani pemanfaatan kayu produktif bisa menjadikan mata pencaharian p untuk mebeler yang berkualitas tinggi.

Selain itu terdapat wisata arung jeram sungai lekso wisata air terjun / curug / Coban Wilis di Kali Semut, jejak petualang gunung Kelud dan Camping Ground untuk perkemahan dan pendidikan. Andi Yuwono menuturkan “saat bersama rombongan di malam ke dua kita diajak sensasi baru yang cukup menantang, yaitu menginap di hutan dengan memasang tenda doom ( camping ) dengan tingkat kenyamanan dan keselamatan yang tinggi”.

Memasak bersama dengan menu special Sate Rembige dan aneka olahan panggang yang langsung di garang di api unggun yang syahdu. Melihat bintang serta paginya menikmati hangatnya matahari terbit yang indah menyapa sebagai obat pembakar Corona. Imbuhnya
Selanjutnya kita akan merasakan sensasi ber YOGA di tengah hutan belatara. Keheningan, kesejukan, kemurnian serta harmoni alam adalah media terbaik untuk bermeditasi dan menyatu dengan alam. Wisata dengan jumlah yang terbatas dan sangat berkualitas., sehatkan jiwa serta bugarkan raga dengan melakukan aktifitas wisata. Jika anda mau menikmati itu semua.datanglang ke Desa Wisata Tulungrejo Ladewi Tulungrejo siap melayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *