Pandemi Covid 19 berkaitan erat dengan aspek sumber daya manusia yaitu penggunaan tenaga kerja serta berdampak signifikan terhadap ekonomi global, khususnya perkembangan ekonomi nasional. Selama 3 bulan pandemi, ternyata banyak sektor usaha yang tidak mampu bertahan, tetapi ada pula beberapa sektor usaha yang justru mengalami peningkatan penjualan yang sangat signifikan. Sektor usaha yang tidak mampu bertahan adalah sektor usaha yang melibatkan sumber daya manusia dalam jumlah besar. Sedangkan sektor usaha yang bisa bertahan adalah sektor usaha yang tidak banyak melibatkan sumber daya manusia, akan tetapi banyak menggunakan proses otomasi.

Berkaitan dengan hal ini, pagi hari tadi (Sabtu tanggal 16 Mei 2020), Prodi Akuntansi Universitas Widyagama Malang berkolaborasi dengan HMJA menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Tantangan, Peluang dan Strategi Bisnis di Masa Covid 19” yang diikuti oleh sekitar 500 perserta. Seminar ini dibuka oleh Rektor Universitas Widyagama Malang, Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT yang juga sekaligus sebagai keynote speech. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Harnovinsah, SE, M.Si, Ak, CA, Cert.IPSAS, CMA, CSRS.; H.M. Supriadi, ST,MT; Widi Saputro ST, M. Eng, IT; dan Dr. Ana Sopanah yang juga sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UWG serta Direktur Inspire Consulting.

Dalam pemaparannya Harnovinsah menyampaikan bahwa dunia usaha pada saat ini berada dalam kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yaitu kondisi dimana terjadi perubahan yang sangat cepat, adanya ketidakpastian yang tinggi, kompleksitas, dan ketidak jelasan (bias). Sehingga strategi bisnis dalam masa covid 19 menurut Dekan FEB Universitas Mercu Buana Jakarta ini adalah merencanakan tim untuk masa yang akan datang dengan cara menghilangkan skenario-skenario yang tidak jelas, melakukan strategi secara portofolio, melakukan perencanaan secara terinci, serta memfokuskan pada strategi bisnis baru untuk menghadapi normalitas baru.

Sebagai seorang pengusaha yang terorganisasi dalam Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), Supriadi dan Widi Saputra menyampaikan bahwa pandemi covid 19 menimbulkan kompleksitas permasalahan. Jutaan tenaga kerja telah kehilangan pekerjaan, sektor UMKM dan sektor informal merupakan sektor usaha yang terkena dampak paling besar, dan pada saat ini pola baru mulai terbentuk. Sehingga diprediksi sekitar sepuluh tahun yang akan datang akan terjadi perubahan cara bekerja, yaitu pekerjaan yang saat ini banyak menggunakan ketramplan fisik akan digantikan otomatisasi. Oleh karena itu tantangan dan strategi yang harus dilakukan perusahaan adalah harus melakukan modernisasi serta mengimplementasikan “Elastic Digital Workspace” secara komprehensif. “We cannot direct the wind, but we can adjust the sails”, kata Widi menutup pemaparannya.

Dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi seperti ini, seorang pemimpin perusahaan harus bisa merespon kondisi lebih pro aktif dari pada reaktif, serta bisa mengantisipasi kebutuhan organisasi ke depan. “Berani bergerak ke depan dan optimis,” kata Ana Sopanah. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama Malang ini menyampaikan bahwa seminar ini sangat menarik. Banyak ilmu dan pengalaman yang dibagikan kepada kita untuk lebih siap secara fisik dan mental menghadapi masa yang akan datang, yaitu pasca covid 19. Ana Sopanah juga memaparkan kondisi perusahaan konsultan yang dipimpinnya. Strategi baru dilakukannya untuk bisa menyelamatkan para karyawannya dan kelangsungan usahanya adalah lebih fokus pada pengembangan usaha lain yang memang sudah dimilikinya yaitu “Inspire Media”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *