Wabah Corona Virus Desease-19 belum benar-benar pergi dari Tanah Air. Meskipun sudah dalam penerapan masa transisi, virus yang mulai beraksi akhir Desember 2019 ini makin menggila. Bahkan rumah sakit – rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Malang sudah overload dan tidak mampu menampung. Itulah ada himbaun agar rumah sakit lainnya dapat juga berperan aktif untuk menampung pasien PDP maupun positif Covid-19.

Menuju penerapan New Normal, banyak PDP maupun yang positif sembuh. Tak sedikit pula yang meninggal. Hal ini berimbas pada kinerja UPT Pengelolaan Pemakaman Umum yng harus ekstra melayani masyarakat dalam prosesi pemakaman. Terhitung mulai dari pertengahan Mei hingga awal Juli pemakaman PDP maupun positif mencapai 40 kali pemakaman. Angka yang cukup mengejutkan dalam kurun satu bulan.

Beruntung unit kerja yang berlokasi di Jalan Sudanco Supriadi no 38 ini memiliki Tim Satgas Pemakaman Darurat Covid-19 yang begitu tangguh dan cekatan. Bagaimana tidak, tim yang bergelar Densus 03 tidak kenal waktu dalam memakamkan jenasah baik pagi buta, siang, sore bahkan malam pun tetap dilaksanakan. Hujan yang terus berjatuhan pun tidak menghalangi semangat tim yang dikomandoi oleh Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum, Taqruni Akbar.

Seperti siang ini, tim harus rela kehujanan agar jenasah dapat dimakamkan di TPU Samaan. Medan yang licin karena guyuran hujan dan sulit dijangkau karena terhalang banyaknya nisan hingga peti harus ditandu. Padahal jenasah positif terpapar Covid-19. Sungguh menjadi suatu tantangan.

“Kami mendapatkan kabar pagi tadi ada pasien positif, langsung kami menerjunkan tim untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tak disangka cuaca tidak bersahabat. Hujan turun sehingga jalan yang dilalui licin dan agak merepotkan” ujar Ketua Satgas Pemakaman, Taqruni Akbar saat ditemui di Kantor TPU Samaan usai mengikuti prosesi pemakaman Bambang Priyo Utomo. Senin (6/7/2020).

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Arjawinangun menambahkan bahwa tim yang dibentuk memiliki loyalitas dan patut diapresiasi bagaimana tidak, mereka mengemban tugas mulia dan bergelut dengan virus. Kapan pun dibutuhkan selalu siap. Paling menyedihkan saat semua terlelap, tim harus berjaga demi memakamkan jenasah yang lain. Bahkan tak jarang kesabaran mereka teruji saat menunggu jenasah terlalu lama hingga harus tertidur di atas pusara karena letih yang teramat. Tak jarang pula dalam sehari tim harus melaksanakan prosesi pemakaman sebanyak 5 (lima) kali.

Perlu adanya perhatian dari Pemerintah agar dapat memberikan tambahan nutrisi atau vitamin supaya kondisi tetap fit dan prima. Mengingat tugas yang diemban Tim Satgas Darurat Pemakaman Covid – 19 ini cukup berat dan beresiko.

Malang, 6 Juli 2020
Penulis : Hariani
Tim Satgas Pemakaman Darurat Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *