Dimasa pandemi Covid 19 ini salah satu anjuran yang harus dilakukan oleh setiap orang adalah mengikuti protokol kesehatan, menjaga kesehatan dan meningkatkan daya imun tubuh. Salah satu cara meningkatkan saya imun tubuh adalah minum jamu atau ramuan herbal.

Minuman tradisi yang turun temurun dari nenek moyang kita ini sangat dipercaya selain untuk menjaga vitalitas tubuh, juga berguna untuk media penyembuhan. Sudah tidak terhitung lagi khasiat herbal yang dijadikan sebagai alternatif suplemen kesehatan.

Sejalan dengan strategi Pemerintah Kota Malang yang menggalakkam kembali Malang Herbal sebagai strategi bangkit dari pandemi Covid 19, untuk kedua kalinya Sekolah Budaya Tunggulwulung yang berlokasi di Jalan Sasando No 9 mengadakan Ngangsuh Kaweruh di saat New Normal atau tatanan kehidupan baru. Masih sama dengan tema pada dua pekan lalu yakni mengupas rempah-rempah sebagai gerakan Malang herbal.

“Membudayakan rempah-rempah berarti kita telah menguri-uri budaya dimana rempah-rempah sebagai herbal ini adalah bagian dari kebudayaan” ungkap Eko Mardiono, pemateri dihadapan para peserta diskusi. Senin (22/6/2020).

Lebih lanjut, pria yang berdomisili di Sukun ini mengatakan bahwa jamu herbal adalah bagian dari rempah-rempah. Jamu memiliki filosofi yang berasal dari kata jampi dan usaha yang berarti doa untuk kesehatan. Disamping itu untuk mendongkrak keeksisan jamu harus disokong oleh 5 pilar yakni Pemerintah, akademisi, pebisnis, pemodal dan masyarakat umum. Dari 5 pilar ini harus saling bersinergi agar keberlangsungan jamu dapat tetap bertahan.

Lebih meluas lagi yaitu ada tanaman herbal yakni tanaman atau tumbuhan yang mempunyai nilai atau mengandung zat aktif yang dapat berguna untuk pengobatan. Beraneka ragam termasuk tanaman herbal terdapat sekitar 1304. Seperti terdapat pada pete, kelor, pecut kuda, sambiloto bahkan pada buah dan sayuran yang bermanfaat untuk pengobatan dapat disebut herbal. Patut disayangkan sajian dari produk herbal maupun jamu masih kurang diminati jika dibandingkan dengan kopi. Perlu adanya strategi sehingga jamu dan produk herbal lainnya dapat dikemas sesuai permintaan pasar.

Menariknya, pada kandungan tanaman herbal mengandung unsur-unsur energi seperti air, kayu, tanah dan api. Pada unsur-unsur tersebut ternyata dapat menyiratkan kepribadian dan penyakit apa yang dapat diobati.

Diskusi semakin seru, dengan pertanyaan-pertanyaan yang memantik pengetahuan yang lebih luas. Sehingga ada istilah homeo statis tubuh yakni sistem yang ada di tubuh kita yang menjaga keseimbangan fisiologis dan kontrol organ.

Ngangsuh Kaweruh yang diselenggarakan Sekolah Budaya Tunggulwulung patut diapresiasi. Selain menambah pengetahuan juga memberikan kemanfaatan untuk diapresiasi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan berkesinambungan.

SBT, 22 Juni 2020
By : Hariani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *