Kampung Budaya Polowijen (KBP) kali ini pada hari Minggu, 13/10  menerima kunjungan dari siswa-siswi MAN 2 Kota Malang, rombongan kelas XI Bahasa ini datang di KBP pada pukul 08.00 WIB. Suasana kampung KBP yang apik dengan pemandangan yang masih asri membuat mereka ingin selalu mengabadikan moment. Mereka tertarik dengan lingkungan sekitar yang dipenuhi dengan gazebo dan topeng gantung. Tak lupa galeri kegiatan KBP juga menghiasi dinding bambu rumah warga KBP.

30 orang siswa yang mengikuti kunjungan ini didampingi oleh seorang guru sejarah yang ingin belajar juga mengenai Antropologi Topeng Malang yakni Johan Perdana. Berbagai penampilan tari topeng mewarnai kunjungan para siswa-siswi MAN 2 Kota Malang ini, tarian tersebut diantaranya  tari topeng Sabrang, dan tari topeng Ragil Kuning dan Tari Putri Jawi, dan  yang tak pernah ketinggalan para pengunjung diajak menari bersama kali ini tari topeng Grebeg Jowo yang menjadi pilihannya.

Salah satu warga KBP yang merupakan seorang dosen yang sedang melakukan penelitian tentang prilaku masyarakat dengan pendekatan etnografi yakni Dr. Ana Sopanah, SE, M.Si langsung menerima todongan dari para siswa untuk menjelaskan metode penelitian etnografi dan atropologi topeng.  “Intinya jika ingin meneliti topeng yang berkembang di Malang lihatlah prilaku masyarakatnya bagaimana cara mereka mengekspresikan topeng yang kaya cerita dan penuh makna”. Jelasnya.

Alunan musik-musik tradisional diperdengarkan kepada para pengunjung sembari menikmati makanan, minuman dan jajanan tradisional yang disuguhkan. Ki Demang selaku Penggagas KBP menjelaskan bahwa keberadaan topeng sudah ada sejak jaman Kerajaan Kanjuruhan Raja Gajayana abad ke 7 M. “Topeng dibuat dari emas debgan istilah Puspa Sarira yang di gunakan untuk pemujaan Raja Gajayana kepada arwah ayahanda Dewa Sima” jelasnya.

Topeng digunakan sebagai medium upacara shraddha pada masa kerajaan Majapahit di pemakaman untuk memanggil roh nenek moyang Sri Raja Patni. Dalam perkembangannya topeng juga digunakan untuk upacara anak-anak hingga dewasa.  Selain itu, topeng juga difungsikan untuk mengusir wabah penyakit, roh jahat serta juga digunakan untuk tarian perang-perangan sebagai upacara penyambutan pemuda yang kembadi dari medan perang. Hingga saat ini topeng berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan.

Topeng berkembang pesat di Malang merupakan sebuah kerja keras  oleh Bupati Malang Kanjeng Adipati Aryo Suriodingrat  yang merupakan seorang Bupati Malang ke 4. Tahun 1885 M beliau memerintahkan semua lurah (kepala desa) untuk membuat kesenian topeng.

Salah seorang pengrajin topeng dari Polowijen Ki Tjondro Suwono (Mbah Reni) yang mendapat julukan Ki Ageng Sungging Linuwih diangkat sebagai pegawai rendahan untuk “mengkurasi” semua topeng-topeng yang ada di Malang.

Berbagai karakter topeng telah berhasil dibuat oleh Mbah Reni, setidaknya terdapat 60 tokoh karakter topeng dan dipentaskan sebagai seni pertunjukan wayang topeng.

Cerita yang diangkat asli dari nenek moyang orang Jawa Timur melalui lakon dan cerita cinta Panji Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji. Cerita tentang bersatunya kerajaan Jenggala Kahuripan dan Kerajaan Panjalu Kediri yang asal usulnya di pecah oleh Raja Airlangga.

Menurut Ki Demang  “Lakon wayang topeng Malang adalah cerita tentang nenek moyang kita yang menceritakan tentang kisah percintaan, perjuangan, kesetiaan, kejujuran dan nilai nilai lokal yang ditanamkan pada kita” maka secara antropologis, topeng Malang yang mengangkat kisah Panji dan Sekartaji merupakan cerita orang Jawa dan semua masyarakat sebenarnya sudah mengetahuinya meski dalam judul dan nama tokoh lain.

“Kegiatan belajar mengajar mengenai sejarah topeng Malang merasa sangat terbantu oleh KBP karena mengatahui asal usul topeng Malang”, jelas Johan Perdana. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan para siswa lebih mengenal asal-usul budaya dari daerahnya sendiri. Setelah mendengarkan penjelasan tentang topeng Malang para siswa juga diajak praktik mewarna topeng berdasarkan karakternya tokoh topeng dan menari topeng secara bersama sama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *