Webinar Psikoedukasi Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Malang yang dilaksanakan Sabtu (20/6) lalu salah satu Narasumber dari Kota Batu Sayekti Pribadiningtyas, S.Psi, M.Pd, Psikolog. Mengupas maraknya pemberitaan di media massa mengenai kekerasan seksual terhadap anak cukup membuat masyarakat terkejut. Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung es. Hal ini disebabkan kebanyakan anak yang menjadi korban kekerasan seksual enggan melapor.

Karena itu, sebagai orang tua harus dapat mengenali tanda-tanda anak yang mengalami kekerasan seksual. Imbuh Nining panggilan akrab yang juga merupakan Wakil Ketua Himpsi Malang. Webinar Himpsi Malang yang dipandu oleh Nawang Warsi, S.Psi, M.Psi yang tidak lain adalah Dekan Fakultas Psikologi Unmer Malang menghasikan beberapa pertanyaan seputar pelecehan seksual dari peserta antara lain:

Sunu Setionugroho:
Mohon ijin bertanya… Bilamana seseorang bisa dikatakan sebagai psikopat? Apakah indikatornya adalah perbuatan itu dilakukan secara berulang?

Sayekti Pribadiningtyas
Secara mudahnya psikopat memiliki ciri khas tidak punya rasa bersalah, tidak menyesali perbuatan, tidak adanya empati, tidak ada rasa takut dan biasa2 saja setelah melakukan perbuatan kejam, psikopat identik dengan berdarah dingin dan sadis. Bisa jadi tindak kejahatannya telah dilakukan berulang kali baru ketahuan. Psikopat tidak mudah dikenali secara khusus melalui tampilannya, dan psikopat itu bisa terjadi pada beragam profesi terhormat yang hidup seperti layaknya manusia pada umumnya sampai terjadi perbuatan yang sadis dan berdarah dingin.

Sulis Zou
Mhn ijin nanya..Apakah mungkin pelaku mempunyai dendam kepada korban karena pelaku masuk penjara aoakah suatu saat akan melakukan hal2 yang membahayakan lagi ke korban jika dia keluar penjara?apa yang harus dilakukan korban dan keluarga
Sayekti Pribadiningtyas
Mungkin saja bahkan bisa jadi keluarga dari pelaku juga dendam, nah yang harus dilakukan adalah jangan takut dan segera lapor pada polisi untuk minta jaminan perlindungan dan tentunya pihak korban harus waspada dan berhati-hati.

Puteri Aqliyyah ;
Mohon ijin bertanya Bagaimana pendapat ibu dan bapak tentang tantra seks sebagai modus pelecehan seksual terhadap seseorang agar lawan / sasaran korban mau menerima melakukan hubungan seksual. Jika ini terjadi kepada suami isteri dengan keadaan isteri yang saat itu tidak mau maaf melayani suami apakah bisa dijadikan kekerasan seksual terdahap isteri? Dan bagaimana jika pelaku adalah seorang tutor tantra seks sebagai edukasi seksual? Apakah juga termasuk pelecehan seksual
Sayekti Pribadiningtyas
Jika mengikuti latihan tantra seks maka harus dipahami bahwa untuk praktek secara fisik dalam hal hubungan seksual hanyalah boleh dilakukan pasangan suami istri. Tidak ada alasan bagi tutornya untuk melakukan dengan siswanya, hal tersebut hanyalah jebakan untuk menuruti hasrat seksual tutornya.
Sedangkan hubungan seksual yang benar antara suami istri haruslah melalui persetujuan berdua, artinya tidak ada kata penolakan atau sikap menolak dari salah satunya. Bisa jadi salah satu sebenarnya tidak sedang berhasrat namun bersedia melakukan sebagai bagian untuk melayani kewajiban, namun secara verbal dan sikap tidak ada penolakan. Jika terjadi pemaksaan maka dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual.


Laily Abida:
Ijin bertanya bu, Saya punya klien korban perkosaan dengan disabitas. Informasi sulit didapatkan krn ayah tuna wicara dan ibu mengalami gangguan mental. Klien sekarang hamil 6 bulan dan mengalami masalah dengan kehamilannya. Yang bisa kami lakukan saat ini adalah membantu korban semaksimal mungkin melewati masa kehamilannya tetapi msh blm mampu melakukan penyelidikan. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, mohon arahan bu langkah tepat bs bs kami lakukan.
Sayekti Pribadiningtyas
Ada teknik untuk mendapatkan data bisa melalui gambar yang dengan kemampuan ahlinya bisa membaca isyarat atau tanda-tanda. Selanjutnya bisa digali dengan teknik rekonstruksi peristiwa yang dilakukan dengan memahami maksud dan kemampuan korban.

Rico Elfizar
Mohon Ijin bertanya ; Apakah pelecehan seksual bisa dilakukan oleh wanita? Apa pernah ada kasus pelecehan seksual yang dilakukan wanita di Indonesia? Apakah bentuk pelecehan akan sama jenisnya seperti yang dilakukan pria?
Sayekti Pribadiningtyas
Bisa saja terjadi seperti yang dilakukan pria terhadap wanita, dalam penelitian disebutkan sebuah tindak pelecehan seksual terhadap pria oleh wanita yang sangat tidak menarik sekalipun dapat mengakibatkan respon seksual secara biologis hingga terjadi orgasme.

Nur khosiah:
korban kekerasan seksual terutama yang anak anak sering mendapatkan stigma kalau dia pingin meakukan lagi. Atau rentan pingin melakukan lagi.bagaimana cara menepisnya
Sayekti Pribadiningtyas
Jika korban mendapatkan intervensi dan pendampingan psikologis yang tepat, hal tersebut bisa menghapus stigma tersebut.

Dimas Seth :
Mohon ijin tanya. Misalkan Psikolog mendapat klien yang merupakan pelaku pelecehan seksual, ia mengeluh tentang stres, takut dan cemas karena perbuatan pelecehannya sudah dilaporkan ke polisi. Dari gambaran tsb, apa penanganan/langkah yang psikolog ambil? Dan apakah pelaku tersebut tetap mendapatkan layanan psikologi? Terimakasih..
Sayekti Pribadiningtyas
Pelaku pelecehan seksual tetap berhak mendapatkan pelayanan psikologis, untuk menyiapkan mentalnya untuk bertanggung jawab terhadap perbuatannya dan menghadapi sangsi hukum yang harus diterimanya.

Sunu Setionugroho:
Repotnya, dlm lingkungan keagamaan dan pendidikan bila terjadi pelecehan sexual seringkali ditutupi. Bahkan kemudian memunculkan tindakan tindakan manipulatif yang dilakukan lembaga terhadap korban untuk tidak lakukan penuntutan.. Bgm menurut nara sumber.

Sayekti Pribadiningtyas:
Semua tindak kejahatan harus diungkap dengan jelas sehingga diketahui oleh publik. Tujuannya adalah menjadikan masyarakat berhati hati dan tetap waspada, tidak selalu berpositif thingking terhadap lingkungan pendidikan dan keagamaan, karena predator bisa dimana saja dan memakai kedok atribut yang harus dihormati. Artinya kita harus berani dan membiasakan diri mengungkap kasus kekerasan seksual yang selama ini ditutup2 i dan peniadaan tuntutan secara hukum sebagai efek jera.

Luluk D Firda;
Ijin tanya, perlukah anak diajarkan/dibiasakan untuk tidak mudah diperdaya/diiming-imingi sesuatu? Karena dari banyak kasus pemerkosaan, korban menurut dan tdk mau menceritakan karena diiming-imingi sesuatu.
Sayekti Pribadiningtyas:
Disinilah pentingnya pendidikan seksual usia dini yang disesuaikan dengan bahasa anak seusianya. Termasuk memberikan arahan yang bersifat logis , asertif dan diajarkan refleks.

Rico Elfizar:
Mohon Ijin Tanya lagi Berarti kalau dilakukan wanita agak sulit untuk pembuktiannya secara fisiknya? Terima kasih
Sayekti Pribadiningtyas:
Sebenarnya tidak sulit jika ada bukti2 yang bisa menunjang keterangan pada kasus tersebut, namun karena budaya dan ketidak laziman yang ada di masyarakat kita sehingga kasus pelecehan seksual yang dilakukan wanita terhadap pria jarang terungkap.

Yogie Gendhis:
Selamat siang Saya ingin bertanya Bagaimana kita menyikap pelaku seksual di dalam lingkungan yang sampai saat ini mungkin masih bergerak bebas dan dalam aksi nya mereka menggunakan cara cara yang mungkin menyudutkan si korban sehingga korban memiliki rasa sungkan pada pelaku sehingga korban pada akhir nya mau tidak mau menuruti niat bejat si pelaku Trima kasih.
Sayekti Pribadiningtyas:
Jika kita mengetahui tindak kejahatan maka seharusnya kita melaporkannya pada pihak2 terkait seperti polisi, bisa juga dengan pendampingan dari lembaga yang konsen pada kekerasan perempuan dan anak, serta psikolog. Sehingga kasus tidak berkelanjutan dan menjadikan korban tidak berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *