Oleh : RR. NIA PARAMITA YUSUF, M.Si., M.Psi., Psikolog
Pengurus bidang Kompetensi Himpsi Cabang Malang

Virus corona Covid-19 telah menjadi pandemi global yang menjangkit ribuan orang di dunia. Hampir sebagian besar masyarakat dunia berada dalam ketidakpastian dan menerima banyak informasi melalui berbagai macam media. Kondisi ini tanpa disadari mengakibatkan kepanikan, stress dan deprresi. Lantas bagaimana cara yang bisa ditempuh untuk mengenal depresi dan cara mengatasi depresi, terutama karena Covid-19

Depresi adalah gangguan suasana hati yang semakin umum terjadi di masyarakat modern. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ada lebih dari 100 juta orang penderita depresi di seluruh dunia, namun kurang dari 25% di antaranya yang pernah menerima pengobatan. Diperkirakan pada tahun 2020, depresi akan menjadi kondisi medis terpenting kedua di dunia setelah penyakit jantung.
Depresi dikaitkan dengan perubahan bio-kimiawi di dalam otak. Otak mengirimkan sinyal dari satu sel otak ke sel otak lainnya dengan bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter bertanggung jawab untuk mengatur berbagai fungsi fisik dan psikologis, seperti suasana hati, pemikiran dan perilaku, dll. Neurotransmiter tidak seimbang dan tidak bekerja dengan baik pada para penderita depresi.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEPRESI

1. Faktor fisik : Perubahan di otak karena berbagai penyakit, misalnya, infeksi, hipotiroidisme dan trauma, dan penyalahgunaan minuman beralkohol atau obat-obatan bisa menyebabkan depresi.
2. Faktor psikologis : Kecemasan yang terkait dengan kesehatan, pengalaman menyakitkan yang menyebabkan pikiran dan emosi negatif. Sifat kepribadian tertentu, seperti terlalu stres atau keras kepala
3. Faktor lingkungan: Tekanan hidup dan di tempat kerja, masalah keuangan, kehilangan pekerjaan, tujuan yang tidak tercapai, masalah kerja atau sekolah, trauma cinta, masalah perkawinan, konflik keluarga, masalah dalam hubungan, penyakit anggota keluarga, beban keluarga, anak-anak tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah, dll.
4. Faktor genetik : Depresi kadang-kadang bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki riwayat medis keluarga yang terkait dengan gangguan depresi, Anda cenderung akan terkena penyakit ini.

GEJALA DEPRESI

1. Fisik: sakit kepala, insomnia, merasa lemah secara umum, mual, sesak napas, masalah pencernaan, kelelahan dan kekurangan energy, sering mimpi dan merasa seperti anda tidak tidur sepanjang malam, rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan
2. Psikis: lekas marah, merasa gugup, suasana hati yang buruk dan kurang motivasi, hilangnya ketertarikan pada suatu hal, pikiran tentang pengalaman yang tidak menyenangkan secara berulang-ulang, perasaan tidak berharga, rendah diri, dan merasa bersalah, kesulitan berkonsentrasi, merasa putus asa, ingin mati atau bunuh diri.

BAGAIMANA CARA MENDETEKSI

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental dari American Psychiatric Association, kriteria diagnostik untuk gangguan depresi Mayor mencakup:
1. Setidaknya satu dari tiga suasana hati tidak normal berikut yang secara signifikan mengganggu kehidupan seseorang:
a. Suasana hati depresi yang tidak normal hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama 2 minggu;
b. Kehilangan semua minat dan kesenangan yang tidak normal hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama 2 minggu; dan
c. Jika berusia 18 tahun atau lebih muda, suasana hati yang mudah tersinggung hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama 2 minggu.

2. Setidaknya lima dari gejala berikut ini muncul selama periode depresi 2 minggu yang sama.
a. Suasana hati depresi yang tidak normal (atau suasana hati yang mudah tersinggung jika penderita adalah anak kecil atau remaja);
b. Kehilangan semua minat dan rasa senang secara tidak normal;
c. Gangguan nafsu makan atau berat badan;
d. Gangguan tidur, insomnia atau hipersomnia yang tidak normal;
e. Gangguan aktivitas, baik agitasi maupun perlambatan yang tidak normal (bisa diamati oleh orang lain);
f. Rasa lelah atau kehilangan energi yang tidak normal;
g. Rasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri yang tidak normal;
h. Buruknya konsentrasi atau ketidakpastian yang tidak normal; dan
i. Pikiran yang tidak normal tentang kematian (tidak hanya takut mati) atau bunuh diri.

MERAWAT DIRI SENDIRI KETIKA MENGALAMI DEPRESI
1. Mintalah saran dari para tenaga medis profesional seperti psikolog klinis, dokter keluarga, psikiater, perawat, pekerja sosial, terapis profesional, dll. Mereka memiliki keterampilan profesional dalam konseling dan bisa membantu Anda memecahkan masalah secara positif;
2. Biarkan keluarga dan teman mengetahui emosi Anda;
3. Carilah bantuan dari orang lain;
4. Tetapkan tujuan yang realistis untuk diri Anda sendiri dan hindari mengambil tanggung jawab yang tidak bisa dipenuhi;
5. Berolahragalah secara teratur untuk meringankan stress; dan
6. Jika masih berlanjut, silahkan menghubungi Psikolog atau psikiater.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *