MENGAWAL PRINGSEWU

Kabupaten Bersahaja dengan “SEWU” Pesona Wisata
Dr. H. Fauzi, SE.,M.Kom Akt

Posisi Kabupaten Pringsewu yang berada 38 Km dari Kota Bandar Lampung merupakan salah satu dari 15 daerah otonom kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Jika ditinjau menurut sejarah Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten   Tanggamus,   dan   dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 48 tahun 2008 tanggal 26 November 2008 dan  diresmikan  pada  tanggal  3  April  2009  oleh  Menteri  Dalam  Negeri.

Dengan luas wilayah 625 Km2 Kabupaten Pringsewu memiliki Visi : “Kabupaten Pringsewu BERdaya SAing, HArmonis dan SeJAhtera (BERSAHAJA)”. Menurut Wakil Bupati Pringsewu (Dr. H. Fauzi, SE, M.Kom Akt), salah satu misi turunannya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat yang berdaya saing. Dengan demikian maka kesejahteraan masyarakat juga akan terangkat, imbuhnya.

Salah satu potensi yang terus dikembangkan di Kabupaten Pringsewu adalah sektor pariwisata. Karena menurut pria kelahiran 26 Oktober 1970 ini sektor pariwisata merupakan perangkat yang penting dalam pembangunan, untuk menciptakan lapangan kerja, memperkenalkan seni budaya, dan keindahan alam, serta  memupuk  rasa  cinta  tanah  air.

Selanjutnya menurut mantan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Pringsewu tahun 2016 ini, dengan  dikembangkannya potensi wisata yang ada di setiap wilayah akan menambah pendapatan daerah dan

pengasilan ekonomi masyarakat sekitar serta dapat menampilkan keanekaragaman budaya pada wilayah itu sendiri dengan ciri khas kebudayaan satu daerah yang berlainan dengan daerah lainnya. Sebaran objek wisata di Kabupaten Pringsewu secara singkat ditampilkan sebagai berikut.

Menurut uraian yang disampaikan oleh Dr. Fauzi (Wakil Bupati yang dilantik 22 Mei 2017), potensi objek wisata yang terdapat di Kabupaten Pringsewu mempunyai daya tarik dan ciri khas yang berbeda-beda baik wisata alam, religi, maupun buatan. Oleh karena itu menurut dia, sangat potensial jika dikembangkan lebih baik dengan dukungan sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Hal ini agar pengunjung objek wisata semakin nyaman dan betah.

Menurut uraian yang disampaikan oleh Dr. Fauzi (Wakil Bupati yang dilantik 22 Mei 2017), potensi objek wisata yang terdapat di Kabupaten Pringsewu mempunyai daya tarik dan ciri khas yang berbeda-beda baik wisata alam, religi, maupun buatan. Oleh karena itu menurut dia, sangat potensial jika dikembangkan lebih baik dengan dukungan sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Hal ini agar pengunjung objek wisata semakin nyaman dan betah.

Berdasarkan keterangan pria yang menyelesaikan Pendidikan S3–nya di Universitas Gajah Mada ini, data jumlah pengunjung pariwisata di Kabupaten Pringsewu terdapat beberapa jenis objek wisata yaitu wisata religi, wisata alam, dan wisata buatan yang tersebar di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pagelaran yang masing-masing mempunyai potensi objek wisata serta daya tarik yang berbeda antara wilayah satu dengan lainnya.

Kecamatan Pringsewu terdapat 1 jenis potensi  objek wisata alam  yaitu Bukit Pangonan, 4 jenis potensi objek wisata buatan yaitu Kampung Air Balong Kuring, Kolam Renang Grojogan Sewu, Kolam Renang PARIS dan Rumah Adat Margakaya serta 2 jenis potensi objek wisata religi yaitu Makam KH. Gholib dan Goa Bunda Maria. Kecamatan Gadingrejo terdapat 2 jenis potensi objek wisata alam yaitu Telaga Gupit dan Bukit PJR, 1 jenis potensi objek wisata buatan yaitu Kolam Renang Tirto Asri, dan 1 jenis potensi objek wisata religi yaitu Pure Giri Sutera Mandala. Kecamatan Sukoharjo terdapat 2 jenis potensi objek wisata alam yaitu Telaga Umbul Winong dan  Bukit Silitonga,  serta 1 jenis  potensi objek wisata buatan yaitu Bukit Sarinongko. Kecamatan Ambarawa terdapat 1 jenis potensi objek wisata alam yaitu Air Karawang. Kecamatan Pagelaran terdapat 1 jenis potensi objek wisata alam yaitu Cekdam Way Ngison, ungkap Wakil Bupati yang ahli Akutansi ini.

Parameter keberhasilan pengembangan adalah jumlah pengunjung yang datang ke sebuah objek wisata. Menurut Dr. Fauzi, dari 7 potensi objek wisata alam di Kabupaten Pringsewu terletak di Kecamatan Pringsewu jumlah pengunjung terbanyak yaitu pada objek wisata Bukit Pangonan/Talang Indah (Hutan Kota) dengan jumlah pengunjung tahun 2017 sebanyak 7.572 orang, sedangkan jumlah pengunjung paling sedikit pada potensi objek wisata alam terletak di Kecamatan Sukoharjo yaitu Bukit Silitonga dengan jumlah pengunjung tahun 2017 yaitu 996 orang.

Sedangkan menurut Wakil Bupati periode 2017-2022 ini, jumlah pengunjung terbanyak dari 6 potensi objek wisata buatan di Kabupaten Pringsewu terletak di Kecamatan Pringsewu yaitu Kolam Renang Grojogan Sewu dengan jumlah pengunjung tahun 2017 sebanyak 14.100 orang, sedangkan jumlah pengunjung paling sedikit pada potensi objek wisata buatan terletak di Kecamatan Sukoharjo  yaitu  Bukit  Sarinongko  dengan  jumlah  pengunjung  tahun  2017 sebanyak 5.400 orang.

Tidak ketinggalan jumlah pengunjung terbanyak dari 3 potensi objek wisata religi di Kabupaten Pringsewu  terletak  di  Kecamatan  Pringsewu  yaitu  Goa  Bunda  Maria  dengan jumlah pengunjung tahun 2017 yaitu 8.580 orang, sedangkan jumlah pengunjung paling sedikit pada potensi objek wisata religi terletak di Kecamatan Gadingrejo yaitu Pure Giri Sutera Mandala dengan jumlah pengunjung tahun 2017 yaitu 890 orang. Banyak atau sedikitnya jumlah pengunjung pada suatu objek wisata dapat dipengaruhi oleh aksesibilitas, fasilitas, dan daya tarik pada objek wisata tersebut, karena dalam mengunjungi suatu tempat wisata pengunjung mempertimbangkan aksesibilitas menuju ke lokasi serta fasilitas yang tersedia dan daya tarik yang dimiliki setiap objek wisata, ujar sang Wakil Bupati.

Berdasarkan survei lapangan dan data tahun 2017 rata-rata jumlah pengunjung potensi objek wisata alam yaitu 3.142 orang, potensi objek wisata buatan yaitu 7.992 orang, dan potensi objek wisata religi yaitu 4.192 orang. Jumlah pengunjung potensi objek wisata alam di Kabupaten Pringsewu paling sedikit jumlah pengunjungnya diantara potensi objek wisata buatan dan religi. Lokasi tempat-tempat wisata atau potensi objek wisata alam, buatan dan religi di Kabupaten Pringsewu sangat mudah untuk dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi. Ke depan menurut Wakil Bupati Pringsewu 2017-2022 (Dr. Fauzi) secara bertahap akan dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menuju lokasi wisata yang ada. Demi mendukung pemerataan pembanguanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sektor wisata di Kabupaten Pringsewu. Semoga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *