KAMPUNG PISANG di LUMAJANG

Hampir di setiap daerah memiliki sentra dan produksi buah lokal unggulan yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten setempat, seperti di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kota pisang adalah salah satu sebutan bagi Lumajang. Tiga buah gunung api menggapit Lumajang yaitu gunung Semeru, Bromo Dan Lamongan menjadikan daratan disekitarnya menjadi subur dan salah satu produk unggulannya adalah pisang. Buah yang paling terkenal adalah  pisang Mas Kirana dan pisang Agung Semeru. Jenis pisang mas kirana dan pisang agung Semeru hanya dapat tumbuh di lereng Gunung Semeru yang berada di Kecamatan Senduro dan Pasrujambe, namun kini pengembangannya diperluas hingga Kecamatan Gucialit. Terbentuk tiga kecamatan sentra pisang mas kirana dan pisang Agung karena ketiga daerah merupakan wilayah dengan kontur perbukitan dan pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 600 mdpl dengan tekstur tanah lempung berpasir dan regim kelembaban lembab.

Sekitar 90,8 persen dari 1.225 keluarga atau sekitar 3.050 jiwa dari Pasrujambe, Lumajang ini menumpuhkan hidupnya pada bisnis pisang agung. Populasi tanaman pisang agung di desa itu mencapai 612,5 hektar atau sekitar 1,53 juta pohon pisang, dengan asumsi rata-rata 2.500 pohon pisang per hektar.Produk unggulan Lumajang jenis pisang agung Semeru yang mempunyai rasa khas dengan bentuk ukuran yang cukup besar dan panjang, serta memiliki daya tahan yang cukup lama yakni satu bulan dalam suhu kamar.  Namun, ada juga yang bisa langsung dikonsumsi. Jenis kulitnya yang relatif tebal dan keras, membuat pisang Agung dapat bertahan lama untuk mencapai fase masak sehingga rasanya semakin manis. Pisang Agung juga digunakan sebagai bahan mentah untuk pengolahan keripik pisang, sale, selai dan dodol. Daerah penghasil terbesar pisang Agung sebenarnya ada di Senduro. Pisang agung sendiri adalah pisang jenis ‘Plantain’, yakni jenis pisang yang harus diolah sebelum dikonsumsi

Pisang mas kirana adalah pisang unggulan Kabupaten Lumajang. Awalnya jenis pisang ini tidak mendapatkan tempat di hati umumnya masyarakat Lumajang sendiri. Namun karena terus menerus dipopulerkan kini pisang mas kirana ini menjadi idola baik di dalam maupun di luar negeri. Jenis buah itu sudah disertifikasi dan dipasarkan untuk konsumsi masyarakat lokal maupun masyarakat luar negeri. Bahkan buah ini yang mempunyai panjang sekitar 9 cm dengan warna kulit kuning menjadi sajian di istana Negara. Awalnya, harga pisang mas kirana hanya Rp 5000-7000 per tandan. Namun harga pisang suguhan di istana kepresidenan itu mencapai Rp 75.000 per tandan. Di tahun 2018 ini, Pemkab Lumajang mengelolah pisang mas kirana menjadi produk unggulan.Hal ini dikarenakan pisang mas kirana merupakan Pisang mas kirana yang memiliki rasa manis itu hanya bisa tumbuh di lereng Gunung Semeru, sehingga jenis pisang buah segar itu tidak bisa ditemukan di daerah lain manapun. Pisang tersebut memiliki keunggulan dibandingkan pisang lain yakni produktivitas tinggi, bentuk buah panjang bulat, lingir buah hampir tidak tampak, kulit buah berwarna kuning bersih, dan daging buah berwarna kuning cerah dengan rasa manis dan legit.

Sementara itu Nilai ekonomis dari Pisang Agung Lumajang sedang berkembang dengan pesat, baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan. Beberapa varietas pisang yang dikembangkan di Kabupaten Lumajang diantaranya, Agung Semeru, Mas Kirana, Raja Lumut, Ambon, Susu, Embug dan lain sebagainya. Sebagai tanaman nonmusim, pisang agung dapat dipanen sewaktu-waktu dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Peluang ekspor pisang ini pun tidak kalah bersaing dengan produk pisang dari negara lain.

Pisang andalan Lumajang ini biasa dipanen dari perkebunan di Kecamatan Senduro. Namun tidak hanya di Pasrujambe dan Senduro saja anda bisa mendapatkan pisang agung ini, masih banyak daerah-daerah lain yang juga menjual pisang iniDi sepanjang jalan raya Klakah sampai Ranuyoso Anda akan menemui banyak penjual buah pisang yang dapat dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Selain dalam bentuk buah, oleh-oleh lain yang bisa menjadi rekomendasi adalah keripik.  tak lengkap rasanya kalau hanya membeli buah pisang tanpa disertai olahan lain yang berasal dari buah khas Lumajang ini dan keripik adalah salah satu oleh-oleh wajib dapat di bawa bawa pulang saat berkunjung ke Lumajang.

Dampak dari terkenalnya lumajang sebagai kota pisang, masyarakat juga mengembangkan  batik Lumajang dengan ciri khasnya sendiri yang memasukkan unsur pisang dalam motif-motifnya. Mulai dari buah, daun, sampai ontong masuk dalam motif-motif batik khas Lumajang. Inilah yang membedakan batik Lumajang dengan batik-batik lain. Untuk mempopulerkan dan meningkatkan potensi ini, pemerintah Lumajang sendiri memberi contoh dengan mewajibkan pegawai-pegawainya memiliki minimal satu baju batik Lumajang dan memakai batik tersebut setiap jam kerja pada hari Jumat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *