Festival yang diselenggarakan oleh Kampung Budaaya Polowijen (KBP) yang berkolaborasi dengan 17 mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang nampak berbeda dengan festival KBP sebelumnya. Festival yang diberi nama Festival Sowan Santun Kampung Budaya Polowijen ini diselenggarakan pada hari Minggu 26 Januari 2020. Hadirnya  Kakang dan Mbakyu Cilik Kota Malang menambah suasana semakin meriah dan berhasil menyita banyak perhatian para peserta festival tentunya juga masyarakat yang mengunjungi festival.

Festival Sowan Santun dirangkai dalam berbagai macam kegiatan seperti lomba menggambar, menari dan menyanyi serta pameran topeng dan seni rupa serta berbagai produk kerajinan lainnya termasuk batik dan Pasar Minggu Legi. Suasana semakin heboh ketika kakang Cilik Aaron Mbakyu Cilik Kayla itu terlibat dalam kegiatan menggambar, menyanyi, memainkan gitar bahkan menari bersama dengan penari KBP.

Selain menyaksikan dan mengikuti rangkaian kegiatan festival, mereka juga mengunjungi situs Ken Dedes dan Makam Empu Topeng Mbah Reni “kali Kakang Mbakyu Cilik Kota Malang akan mereview kampung ini untuk kita promosikan kepada teman teman sekolah” ungkap Kayla.

Sementara Kekaguman  Kakang Cilik Aaron terlihat dari keinginannya untuk belajar kerajian Topeng di KBP,  “Itu adik Pram dan Maria jago menari topeng, disini banyak kerajinan topeng dan saya ingin belajar disini”.  Jadi disini bisa jadi tempat kalo anak anak sekolah mau belajar menari. Disini sangat kental dengan budayanya terlihat runahnyabunik dari bambu pakaiannya khas makanannya tempo doloe. Tambahnya sambil tertawa.

Festival Sowan Santun KBP  di gelar degan bertepatannya Pasar Minggu Legi yang sekaligus menjadi ajang lounching 10 event festival di KBP tahun 2020″ 10 festival tersebut diantaranya 5 Festival Unggulan Festival Kampug Budaya Polowijen, Panawidjen Djaman Biyen, Hatur Agung Kagem Biyung, 12 Jam Menari di KBP dan Festival Topeng Malang.

Adapun 5 festival lainnya adalah Grebeg Suro, Festival Dolanan dan Permainan Tradisional, Festival Batik dan Kebaya serta Festival Bhineka Tunggal Ika yang sebagian akan diselenggarakan bertepatan dengan Pasar Minggu Legi Pasar Jajan Tradisional serta Pameran Topeng dan Seni Rupa yang semua bertemakan budaya.

Dari tahun ke tahun KBP selalu menhadirkan festival kebudayaan yang unik dan berbeda. Sejak berdirinya KBP, Kampung tematik yang satu ini telah menyelenggarakan 19 Festival. Selaku Penggagas KBP Ki Demang melaporkan “KBP menyelenggarakan festival tahun 2017 sejumlah 3 Festival, 2018 melaksanakan 6 Festival dan tahun 2019 sebanyak 10 Festival”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *