Malang, 28 April 2021, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati meninjau ke lokasi desa korban bencana Gempa Bumi 14 April lalu. Rombongan menteri memulai perjalanan menuju kegiatan di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang meninjau Pos Rumah Perempuan dan Anak dan setelah itu menuju ke Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudho, Kabupaten Malang.

Kehadiran Menteri PPPA di sambut oleh Wakil Bupati Didik Gatot Subroto dan Kepala Dinas PPPA Kabupaten Malang Harry Setia Budi melihat rumah warga yang roboh dan rusak berat akibat gempa 6,1 SR tersebut. Setelah itu para rombongan ini masuk di 2 tenda besar yang di sediakan oleh BNPB satu tenda untuk aktivitas anak anak dan tenda satunya untuk ibu-ibu dan orang dewasa.

“Anak anak disini senang?, gimana sekolahnya masih online yaa, coba lihat mana hasilnya” Sapa Ibu Bintang langsung di sambut nyanyian nyanyian meriah anak-anak di dalam tenda, Sebagian menyodorkan hasil lukisan krayon dan sebagian yang lain menunjukkan prakarya tangan. Pada saat itu sebenarnya Ibu menteri melihat proses aktivasi dukungan psikososial yang di lakukan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Malang kepada  anak-anak korban bencana memalui simulasi dan beberapa permainan.

Acara selanjutnya bergeser ke tenda dewasa dimana ibu-ibu sedang terlibat kegiatan dukungan psikososial dalam bentuk trauma healing yang di handel langsung oleh Himpsi Malang. Fasilitaror dari Himpsi Malang Daisy Prawaitasari dan Ida Pramesti sedang mengajak relaksasi dan memberikan beberapa pendekatan seperti Terapi Kesehatan mental (Cognitive Behavioral Therapy), terapi peredaan kegelisahan (Expose Therapy) serta bimbingan konseling kepada korban gempa.

Dalam kesempatan ini pula Ketua Himpsi Malang M. Salis Yuniardi, Ph,D melaporkan ke Menteri PPPA bahwa “korban tingkat traumanya cukup tinggi di Desa Kepatihan ini sehingga masih banyak yang di terapi dan tangani tngkat lanjut”. Oleh karena itu Salis yang juga merupakan Dekan UMM itu mengusulkan kedepan perlu diadakan pelatihan bagi guru dan aparatur desa mengenai pendidikan kebencanaan yang memuat dua hal pertama kemampuan mengidentifikasi korban dan pemberian pertolongan pertama kepada korban.

Menteri PPPA langsung menyambut baik usulan Himpsi Malang dan menyampaikan bahwa selama pandemic Covid 19 di pusat sudah bekerjasama dalam memberikan layanan sejiwa. Semetara di beberapa propinsi dan kabupaten terdapat Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) harus didampingi psikolog dan konselor dan selama ini dibantu oleh Himpsi. “Sinergi itu menjadi kekuatan yang bisa di lakukan terhadap penanganan korban seperti ini dan kepada Himpsi harap menjadi kerjasama dengan Kami”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *