Kampung Wisata Keramik Dinoyo Malang, siapa yang tidak mengetahui tempat ini? Bagi masyarakat sekitar Dinoyo, adanya keramik Dinoyo sebagai mata pencaharian mereka untuk menafkahi segala kebutuhan sehari-hari atau sebagai penghasil utama masyarakat yang mayoritasnya sebagai berdagang keramik.

Ketika masa pandemi Covid 19 seperti ini, otomatis penghasilan menurun. Keramik Dinoyo yang selama ini banyak dijadikan sebagai souvenir hajatan otomatis permintaan pasar menurun sangat drastis. Maka tak pelak untuk memberikan semangat dan motivasi pengrajin, Karang Taruna bersama Kampung Wisata Keramik Dinoyo menggelar event Festival Keramik Dinoyo.

 

Festival yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada hari Minggu, (11/10) di apresiasi oleh masyarakat sekitar yang di bantu para mahasiswa UMM, UB dan Unmer Pariwisata untuk memperluas wawasan dan pengembangan puluhan anak-anak usia Paud/TK, SD dan SMP untuk berpartisipasi mengikuti lomba mewarna keramik sebagai media pengenalan agar anak-anak Dinoyo bangga akan produk kerajinan kampungnya.

Acara diawali dengan pawai arak-arakan yang diikuti anak-anak dan orang tua diiringi dengan musik rebana dari kampung menuju gudang Keramik Dinoyo. Sesampai gudang anak anak berkompetisi dengan lomba mewarna. Selain tu pengunjung dapat melihat bahan bàku keramik, alat meja putar pembuat keramik, praktek-praktek pengolahan keramik serta sajian hiburan dan makanan lainnya.

Pada kesempatan itu hadir Dr. Ir. Anton Efani, MP yang membatu Kampung Wisata Keramik Dinoyo membuatkam website www.kramikdinoyo.id sebagai salah satu Program Doktor Mengabdi. “Harapannya website ini menjadi homebase segala macam aktifitas Kampung Keramik Dinoyo sehingga siapa saja dapat mengakses informasi disini termasuk festival ini”. Sambutnya saat diatas panggung mendamping Lurah Dinoyo Dwi Hermawan.

Acara festival ini juga di hadiri Mbakyu Cilik Kota Malang Kayla Zheelva Nadira Putri yang turut memeriahkan lomba mewarna keramik serta menyumbangkan sebuah lagu sambil memainkan gitar di sela-sela pementasan keroncong remaja Dinoyo. “Dinoyo ini kan terkenal keramiknya untuk produk-produk hiasan, saya pingin mengajak teman teman semua belajar budaya membuat keramik disini, keramiknya cantik cantik dan lucu lho” tukas Kayla siswa kelas 3 SD Homescooling Mandiri saat sedang konsentrasi mewarna keramik.

Datang pula Duta Budaya Dan Musium Kota Malang dan juga termasuk dalang muda Rezza Bagas Styo Anggoro Kehadiran di Festival Keramik Dinoyo sekaligus ingin napak tilas Dinoyo sebagai kelurahan yang dianggap tua di Kota Malang. “Disini banyak benda cagar budaya di temukan dan mungkin saja masih tersimpan di wilayah ini, Dinoyo yang merupakan titik awal peradapan besar di Malang era Kanjuruhan maka keramik dan pemukimam di masa lalu mempunyai keterkaitan” ungkap Bagas yang datang di dampingi duta lainnya Dhedhe Ilham Saputra dan Vania Malinda Wibowo.

Syamsul Arifin selaku Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo menyampaikan harapan bahwa untuk tahun tahun kedepan festival ini bisa di aelengatakam lebih besar lagi dan lebih lama. “Setidaknya bazar keramik bisa di gelar selain untuk edukasi wisata maka disini akan ada banyak pameran dan transaksi keramik dari berbagai daerah” sehingga promoai wisata keramik makin memguat dan berdampak pada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *