MALANG – Sebagai bentuk kepedulian atas wabah Covid 19 kami Fakultas Ekonomi UWG Malang berbagi kepada masyarakat dalam bentuk Paket Sembako dan Pemberian Masker. Paket sembako yang disebar disejumlah titik sekitar Kampus, daerah soekarno-hatta, LA Sucipto, Blimbing, Ketapang dan warga daerah candi badut. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 14 April 2020 kemarin.
Niken Paramita., S.S., MPD selaku ketua pelaksana kegiatan ini menyebutkan jika bantuan paket sembako ini diperoleh dari donasi tahap pertama yang terkumpul dari interna, Alumni UWG maupun pihak lain yang ingin berdonasi. Niken sapaan akrabnya, dan selaku ketua koordinasi juga meyampaikan bahwa pentingnya berbagi di tengah Pandemi Covid-19 sangatlah penting, agar dapat menambah amalan baik bagi semuanya.


Sementara Dekan FE UWG mendukung kegiatan ini sebagai kegiatan social yang sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian kami di tengah adanya KLB Covid yang menggerus ekonomi bangsa ini, dimulai dari lingkungan terdekat kami”, ujar Dr Ana Sopanah selaku Dekan. Ada banyak warga yang terkena imbas KLB Covid-19 tetapi program ini tidak dapat menjangkau keseluruhan warga terdampak dan kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan semangat semua orang untuk tetap peduli dan saling bahu membahu di tengah kondisi saat ini, paparnya.
Lebih lanjut, Dr Soedjono selaku wakil dekan FE-UWG beserta jajaran struktural FE-UWG berharap jika kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian kita bersama dan tidak menutup kemungkinan akan disalurkan dalam bentuk berbeda dan area yang lebih luas di kesempatan selanjutnya. Upaya menambah rasa peduli dan berbagi kepada masyarakat luas terus dilakukan oleh jajaran Kampus Inovasi Kota Malang. Ditengah pandemi Covid-19 yang membuat sebagian besar jajaran struktural fakultas ekonomi universitas widyagama malang beserta Tim Pengembang fakultas ekonomi universitas widyagama malang melakukan kegiatan berdonasi untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
Berbagai respon positif yang dirasakan warga penerima, mulai dari yang menangis, tidak dapat berkata apa-apa saking senangnya, dan berharap kegiatan serupa dilakukan oleh lembaga lainnya.
Salah satu Bapak Tua penjual akik di daerah pasar blimbing menyatakan “ terimakasih untuk widyagama yang sudah peduli kami, alhamdulilah bias makan hari ini, imbuhnya sambil mengeluaran airmata”. Sementara seorang Ibu Pemulung di daerah Adi Sucipto juga merasakan hal yang sama “ alhamdulilah dapat rezeki tak di sangka-sangka hari ini, ditengah kerumunan sampah yang sedang dipilihnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *