MALANG – Pandemi Covid 19 tidak membuat patah semangat civitas akademik Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama Malang untuk menggelar seminar daring yang bertajuk “Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian Indonesia”. Tema ini sangat menarik dan tepat untuk di bahas dalam seminar karena Perekonomian Indonesia bahkan dunia akan hancur jika pandemic covid 19 tidak tertangani secara tepat dan cepat. “Wabah virus corona dan ketegangan geopolitik dunia berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian di tahun 2020” demikian kata Dr. Harnovinsah. Awal kemunculan Covid -19 ini berada di distrik Wuhan China, kemudian dengan sangat cepat menyebar luas keseluruh dunia sehingga disebut Pandemi, lanjut Dekan FEB UMB Jakarta.

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia mengambil berbagai kebijakan diantaranya melakukan Refocusing anggaran pemerintah untuk penanganan covid 19. Selain itu pemberlakuan PSBB menjadi salah satu kebijakan yang diambil oleh beberapa daerah, di antaranya Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.
Sementara Penanggungjawab acara Choirul Anam, SE., MM, Dosen Manajeman FE UWG menyampaikan bahwa seminar yang dilaksanakan pada hari ini, kamis, 16 Maret 2020, di ikuti oleh 90 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Acara ini merupakan bentuk produktifitas kami para sivitas akademika UWG meskipun kami bekerja WFH, ungkap anam.


Bertindak selaku moderator Dian Candra Dewi, SE., M.Si, yang memandu acara ini sempat kewalahan karena banyaknya peserta yang antusias untuk berdiskusi dan bertanya kepada pembicara. Setidaknya ada 27 pertanyaan yang disampaikan melalui moderator. Salah satu pertanyaan dari mahasiswa akuntansi, Gifta adalah Apakah ekonomi Indonesia akan minus? Menurut pandangan Novi yang juga Ketua FDAP Indonesia, perekonomian Indonesia diperkiraan akan melambat dan tetap tumbuh sekitar 2-3%, sementara beberapa Negara lain akan mengalamai pertumbuhan minus, seperti Amerika, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, dll.
Pertanyaan lain datang dari Dosen Manajemen Dr. Adya Hermawati, Bagaiamana dengan keberlanjutan hidup UMKM? Dalam pandangan saya, sebagian besar UMKM akan terpuruk, tetapi ada beberapa UMKM yang mengalihkan bisnisnya dengan membuat kebutuhan barang-barang yang langka, seperti APD, Masker, Handsanitezer, dll, ungkap Novi. Kalau masalah pandemic teratasi, maka pemerintah lebih mudah menyusun kebijakan-kebijakan yang akan membantu UMKM untuk bangkit kembali. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh peserta seminar untuk tetap stay at home, belajar dan bekerja dari rumah saja, ayuk kita bantu Negara kita, Imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *