Ratusan orang berduyun-duyun memadati Kampung 1000 Topeng Desaku Menanti Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang pada hari Sabtu (23/10). Rata-rata mereka adalah pegiat seni budaya serta seniman yang datang dari Malang Raya. Adapula dari Bali dan Kalimantan. Semua datang dalam rangka Wilujengan Kamulyan Kampung 1000 Topeng Kota Malang.

Nampak Pemuda Pancasila Kota Malang bersama Babinsa dan Babinkantibmas mengatur ketertiban peserta dan pengunjug. Duta Budaya, Kakang mbakyu Cilik Kota Malang di bantu mahasiswa Diploma Pariwisata Unmer sedang sibuk menerima tamu disambut iringan rebana al banjari.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko mengucapkan terima kasih kepada semua warga dan para pegiat seni budaya sudah bahu membahu bergotong royong dalam dalam membangkitkan kembali kampung wisata tematik Kota Malang. “Topeng Malang itu Icon seni budaya Malang Raya harus kita majukan bersama, salah satunya tempat yang bisa di kunjungi di sini Kampung 1000 Topeng Desaku Menanti”.

Terima kasih seniman budayawan semua sudah membantu merawat dan mempromosikan topeng di kampung ini. Imbuh beliau dalam sambutan acara Wilujengan Kamulyan Kampung 1000 Topeng Desaku Menanti yang merupakan kampung tempat rehabilitasi gelandangan pengemis Kota Malang yang sudah berubah hidupnya.

Acara di mulai dengan senam sehat seluruh warga Kampung 1000 Topeng serta seluruh pengujung dilanjutkan dengan potong tumpeng wilujengan yang bertujuan untuk doa tolak balak membuang sial serta pagebluk penyakit pandemi Covid-19. “Nasi tumpeng dan jenang sengkolo kembang 7 rupa dan cok bakal sebagai perlambang agar masyarakat giat bekerja dan di jauhkan dari balak”. Unkap Ki Suroso seniman dam tokoh Topeng Malang.

Doa wilujengan di ujubkan/di pimpin oleh Ki Suroso budayawan dari Kedungmonggo Pakisaji Malang di dampingi Ki Joko Rendi Seniman topeng Malang dari komunitas TitiekTenger dan Nareswati membawa suasana khidmad. Terlebih sebelum wilujengan sudah di selenggarakan bersih bersih topeng dengan maksud agar acara menjadi lancar semua

Ki Demang selaku Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang dalam sambutannya mengatakan bahwa “Kampung 1000 Topeng adalah Kampung tematik di Kota Malang yang mengawali pemakian Topeng sebagai icon budaya Kota Malang dan topeng sebagai objek wisata”.

Mestinya kampung wisata tematik lainnya mencontoh kampung ini untuk sama sama menempatkan topeng sebagai icon seni budaya sekaligus wisata di Kota Malang. “Topeng Malang harus menjadi spirit wisata dan mampu menjadi kebanggaan warganya agar mendunia”. Tambah pria yang bernama asli Isa Wahyudi selaku Penggagas Kampung Budaya Polowijen.

Dalam wilujengan juga di meriahkan dengan praktek membuat topeng, menari topeng sabrang bersama seluruh pengunjung di pandu oleh Ki Suroso, Ki Demang, Kakang Mbakyu Cilik dan Duta Budaya Kota Malang. Penampilan Tari Randa yang di bawakan oleh Romo Cipto dari Bali dan penampilan musik sapek Kak Aziz Frangklin serta tari-tarian lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *