Akik Donorojo

Agemane Poro Rojo

Goa, pantai dan batu akik menjadi identifikasi yang paling melekat pada Pacitan, sebuah kota kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah. Menyebut kata Pacitan, masyarakat juga segera terbayang pak SBY, mantan presiden RI ke 6, kerena kota inilah kampung halaman beliau. Suasana khas Pacitan akan sangat terasa pada saat perjalanan mulai memasuki wilayah itu. Ditandai dengan kontur jalan perbukitan kapur yang termasuk deretan panjang pegunungan seribu yang membentang di selatan pulau Jawa.

Pacitan adalah kota dengan sejuta potensi. Selain potensi wisatanya yang banyak dan prospektif, potensi kerajinan asli daerah pesisir selatan Jawa Timur ini juga menjadi andalan untuk mendongkrak perekonomian daerah. Adalah kerajinan batu akik Pacitan, yang keberadaannya sangat terkenal di seluruh penjuru tanah air, dan menjadi referensi para pecinta batu akik untuk berduyun-duyun mengunjungi pusat kerajinan batu akik Pacitan, di Desa Gendaran, Donorojo

Yang menarik di Pacitan yaitu batu mulia (batu akik). Inilah salah satu keunggulan wilayah karst, alam Pacitan mewariskan kekayaan berupa beraneka warna dan jenis batu mulia atau batu akik. Di wilayah keca

matan Donorojo Pacitan merupakan sentra kerajinan batu akik. Untuk menuju ke sentra pengrajin batu akik ini sangat mudah, kerena terletak di jalur jalan dari arah Yogyakarta atau Wonogiri (Solo) menuju kota Pacitan. Banyak sekali pengrajin yang mengasah batu akik sejaligus menjajakan hasil karyanya di sisi kiri dan kanan jalan wilayah kecamatan Donorojo. Sentra Akik Donorojo, Goa Gong, dan Pantai Klayar berada di lokasi yang berdekatan, dan jika ining berwisata hanya punya waktu hanya satu haripun tetap dapat mengakses ketiganya.

Di Desa Gendaran yang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Donorojo ini memang memiliki keunggulan potensi, yakni potensi batu akik atau batu mulia yang tidak dimiliki desa-desa lain di Pacitan. Banyak sekali nilai eksotis dari batu ini warna yang berwarna putih bening (White Carnelian Calsedony ndasar), ada yang berwarna merah bening (Red Carnelian Calsedony),ada juga yang berwarna kuning yang disebutkannya (Yellow Carnelian Calsedony ndasar).

Batu asli pacitan di berbagai tempat wisata di pacitan. banyak sekali batu yang dihasilkan, diantaranya  Red Baron, Calsedon. Red Baron yang memiliki kepanjangan Batu Kali Maron (Baron) sendiri memang c

ukup unik, karena warnanya yang memang kemerahan sedikit cokelat. Red Baron saat ini sedang jadi primadona dan banyak dicari oleh kolektor batu mulia, selain dua jenis lainnya yakni Golden Supreme, dan Snow White. batu red baron sebenarnya dikenakan para raja Jawa sejak zaman dulu. Red baron itu merah bangsawan. Jadi jaman dulu yang pakai itu para bangsawan yang tersingkir.

Bangsawan Yang Tersingkir, diambil namanya dari Kekalahan Raja Majapahit Bhre Kertabumi Wijaya. Dimana kemudian penerusnya Pangeran Buwono Keling harus melarikan diri menghindari kejaran Pasukan Demak. Dalam Pelariannya ke Selatan, terhadang Samudera Indonesia, Pangeran Buwono Keling akhirnya menetap dan membuka Alas (Hutan Pacitan). Selang beberapa lama, akhirnya tertangkap dan dikeroyok. Pangeran Buwono Keling tubuhnya dipotong jadi 3 Bagian dan dikuburkan terpisah, karena takut hidup kembali dikarenakan Ilmu Pancasona-nya. Kuburannya dipisahkan Sungai Keladen. Keturunan Pangeran Buwono Keling terus ikut andil dalam mengembangkan wilayah Pacitan turun-menurun dan menghasilkan beberapa pemimpin terkemuka,

Kerajinan batu akik yang terpusat di kawasan Donorojo, sedikit banyak telah menyumbang pendapatan asli daerah dengan nilai penting bagi Pacitan. Mengingat, daerah Pacitan kaya dengan aneka bebatuan yang tidak hanya elok dipandang dalam bentuknya sebagai obyek wisata–kars, misalnya tetapi juga untuk diolah sebagai cinderamata bernilai seni. Oleh karena itu, apabila Anda menjejakkan kaki di Pacitan untuk berbagai tujuan, seperti perjalanan dinas atau rekreasi, kiranya kurang lengkap jika tidak membeli souvenir batu akik untuk dipakai sendiri maupun sebagai oleh-oleh. Selain di Kecamatan Donorojo, pengrajin dan penjual batu akik juga banyak di temukan di kota dan beberapa di lokasi wisata misalnya di Pemandian Banyu Anget Tirtohusodo Arjosari, Kios kios di Pantai Telengria, Pantai Taman, pantai Soge sederetan pengrajin dan penjual memajang pelbagai hasil kerajinan batu akik dan batu mulia selain Calsedon, Red Baron Golden Supreme, Snow White ada juga Kecubung, Asihan, Yaman Serat Mas, Akik Srowot, Nogosuwi, dan lain-lain.

Salah satu pengrajin akik yang terkenal di daerah Donorojo adalah bapak Parto Wiyono, seorang pengrajin sekaligus pemilik gems stone art shop, tepatnya di desa Sukodono.

Pengrajin yang meneruskan usaha orang tuanya yang dirintis sejak tahun 1963 silam, kini sedang berjuang untuk meningkatkan kembali usaha yang sempat terpuruk semenjak krismon. Meski sempat hampir gulung tikar, usaha pak Parto merupakan salah satu yang bisa tetap bertahan dari sekian banyak pengrajin di daerah Donorojo. Beliau sempat menuturkan bahwa dia tetap bertahan karena akik merupakan komoditas yang sangat berjaya pada tahun 60’an. Bahkan, sampai menolak permintaan pasar ekspor karena saking banyaknya permintaan.

Selain itu, pak Parto juga menganggap bahwa akik merupakan komoditas unik dan salah satu barang yang tergolong sering dikoleksi oleh masyarakat Jawa pada umumnya. Pengolahannya harus dengan cara tersendiri, dan setiap pengrajin pasti memiliki cara khusus pengolahaannya. Sesepuh Jawa beranggapan bahwa akik bukanlah batu sembarangan, tetapi sebuah batu yang memiliki daya tarik mistis yang amat kental. Tidak jarang orang ingin memiliki akik untuk keperluan tertentu. Menurut beberapa kepercayaan, batu akik memiliki kekuatan berbeda beda, misalnya meningkatkan percaya diri, kewibaan dan penaklukan.

Pemerintah Kabupaten Pacitan sangat perhatian terhadap salah satu kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya, selain membawa terkenal nama Pacitan sebagai kota akik, kota 1001 goa dan wisata pantai, Pemerintah juga menyediakan fasilitas pasar akik di Goa Gong dan goa tahunan yang menjadi pusat dan indusri kerajinan batu akik. Selain itu pemerintah juga serig menyelenggarakan festival dan mengikuti pameran yang selalu membawa batu akik sebaga cirri khas dan unggulan daerahnya. Kepacitan jika ingin membeli oleh-oleh, bawalah batu akik sebagai kenangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *