Di Musim liburan panjang kali ini di Polowijen suasananya begitu tampak meriah. Di Kampung Dolanan Panawijen yang merupakan spot destinasi kampung tematik paling baru di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang sedang menyelenggarakan even Festival Kampung Dolanan.

Kamis 29/10 nampak puluhan anak-anak memadati KDP dan satu persetu mengikuti lomba dolanan. ada ekrang batok, bangkiyak raksasa, engklek, srampangan dan banya dolanan lainnya yang di lombakan. Tak ketinggalan jajanan tradisional juga di gelar di pinggir pinggir area permainan termasuk makanan pawonan. Ada pula pameran seni lukis oleh pelukis terkenal dari Polowijen, Cholidin.

Sa’adah sebagai pengelola Kampung dolanan menyampaikan “monggo semua dolanan disini, halamannya luas kami sediakan alat-alatnya yang penting senang”. Ajak Saadah guru SDN Polowijen 3 itu sambil menunjukkan tempat penyimpanan gudang permainan serta gazebo tempat untuk nongkrong dan bersantai di KDP.

Hadir di lokasi meninjau pelaksanaan Festival Dolanan Panawijen yang perkirakan acara berakhir sampai malam itu Ibu Nurul Perwakilan dari Disporapar Kota Malang, Edy Widjanarko Anggota DPRD Kota Malang, Isa Wahyudi Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Effendi Tokoh Polowijen dan beberapa perwakilan Kampung tematik Kota Malang yang semua memastikan bahwa Dolanan di Kampung Dolanan tetap menggunakan protokol Kesehatan.

Acaranya ramai, meriah, riuh, riang dan gembira karena anak-anak merasa ada ruang bermain dan bisa melepas penat saat mereka merasakan semua kegiatan di rumahkan di masa pandemi Covid-19. Mereka berloma adu ketangkasan dan kecepatan alat-alat permainan tradisional. Tak ketinggalan kakang Mbakyu Cilik, Duta Budaya dan Museum Kota Malang dan Perwakilan Mahasiswa Program Diploma Pariwisata Unmer juga mengikuti perlombaan dolanan itu.

Perlu di ketahui bahwa Festival Dolanan di Panawijen merupakan rangkaian dari 15 event yang di fasilitasi oleh Disporapar Kota Malang yang di gelar selama 1 bulan secara bergiliran dari kampung tematik ke kampung tematik lainnya tujuannya untuk sosialisasi protokol kesehatan dan pemberian informasi bahwa kampung tematik di Kota Malang semuanya telah di buka kembali dan menerima kunjungan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Di tempat yang sama Ki Demang Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik se Kota Malang itu mengaku bangga dan terharu bahwa di Polowijen mulai dimunculkan kembali budaya dan tradisi lama yang sekarang ini makin di tinggalkan. “Dolanan atau permainan tradisional merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang harus di lestarikan” Kampung Dolanan itu turut serta dalam memajukan kebudayaan. Ungkap pria yang bernama asli Isa Wahyudi Penggagas Kampung Budaya Polowijen dimana kampungnya bersebelah selatan dengan Kampung Dolanan Panawijen.

“Justru dengan dolanan atau permainan tradisional kita lebih mudah dijadikan media menanamkan nilai nilai, etika, sopan santun, menghargai orang lain, tlepo siro andap asor dan budi pekerti termasuk sportifitas”. Permainan tradisional bisa membentuk karakter kepibadian anak-anak yang menghargai seni dan budaya serta tradisi adat dan istiadat masyarakat, Imbuh Ki Demang yang juga merupakan Tenaga Ahli Cagar Budaya Kota Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *